ASLIDOMINO – Saat seseorang memberikan pengalaman buruk, bisa jadi kamu akan merasa marah dan sulit memaafkan orang tersebut dalam periode waktu yang lama. Sayangnya, menyimpan amarah dalam waktu lama kadang kala membuat perasaan jadi buruk. Selain itu, bagi sebagian orang, memaafkan orang lain bisa menjadi sangat sulit.

Memaafkan orang lain sebenarnya sama sekali bukan suatu keharusan. Akan tetapi, jika ingin hidup lebih tenang dan siap untuk memaafkan, berikut ini ada beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk membantumu memaafkan orang lain.

1. Mulailah dengan memaafkan hal-hal kecil dulu

Kamu tidak harus langsung memaafkan kesalahan besar jika tidak mampu, tapi cobalah memaafkan hal-hal kecil terlebih dahulu. Kamu bisa menjadi lebih terbiasa untuk mempraktikkan pengampunan dengan memaafkan secara teratur dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun mungkin tidak akan mudah, lama-kelamaan kamu juga akan terbiasa.

Untuk mempermudah hal ini, tingkatkanlah belas kasih pada orang lain. Mulailah memaafkan kesalahan yang tidak disengaja. Pikirkan bahwa kemarahan tidak akan mengubah segalanya.

2. Identifikasi apa yang kamu inginkan

Agar lebih mudah memaafkan, kamu juga perlu mengidentifikasi apa yang kamu inginkan. Misalnya, kamu ingin menjalin hubungan yang baik kembali atau ingin melepaskan perasaan buruk. Bagaimanapun juga, mengingat tujuan akan membantu kamu menemukan alasan untuk memaafkan orang lain.

3. Lihatlah masalah dari perspektif yang lain

Saat emosi, kamu mungkin cenderung untuk terlalu memersonalisasi suatu situasi. Padahal, kamu perlu melihat apa pun seobjektif mungkin dengan melihatnya dari perspektif lain.

Jadi, jika kamu berada dalam situasi yang emosional, sebaiknya kamu memisahkan diri dari situasi tersebut agar memudahkanmu mengendalikan emosi. Ini bahkan dapat memberikan perspektif baru tentang situasi yang membantu kamu menerima apa yang sedang terjadi.

4. Sadarlah bahwa kamu tidak hidup di masa lalu, melainkan masa sekarang

Ketika kamu merasa sulit untuk memaafkan, sering kali itu karena kamu lebih mementingkan masa lalu. Kamu mencurahkan sebagian besar energi dan perhatian untuk meratapi masa lalu, yang menjadi alasan mengapa kamu sulit bahagia dan puas akan apa yang kamu dapatkan sekarang. Padahal, terlalu sibuk dengan masa lalu atau masa depan sama artinya dengan kamu menyia-nyiakan apa yang ada sekarang.

Jadi, sadarlah bahwa kamu hidup untuk hari ini. Masa lalu sudah berlalu dan tidak akan berubah tak peduli seberapa besar kemarahanmu. Jadi, daripada menyimpan dendam masa lalu yang hanya membuat dirimu tidak tenang, lebih baik maafkan apa yang sudah terjadi dan nikmati hari ini dengan hati yang tenang.

5. Terimalah kenyataan bahwa semua orang pernah melakukan kesalahan

Kamu harus menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Dia melakukan kesalahan padamu, tapi semua orang juga pernah melakukan kesalahan. Orang tersebut bisa melakukan kesalahan karena semua manusia memiliki keterbatasan.

Kemudian, apabila orang tersebut langsung meminta maaf dan berusaha menebus kesalahannya, akan terasa berlebihan jika kamu tidak menerima dan memaafkannya. Bayangkan jika seandainya dirimu sendiri melakukan kesalahan dan orang lain enggan memaafkanmu.

Menjadi pribadi yang pemaaf akan membuat siapa pun hidup lebih tenang karena tidak menyimpan perasaan negatif. Selain itu, memaafkan bukan berarti kamu harus menjalin hubungan dekat dengan orang yang membuat kesalahan besar denganmu, misalnya, kamu marah pada pasangan yang telah berselingkuh atau melakukan kekerasan padamu. Memaafkan dan melupakan apa yang terjadi akan membuatmu jauh lebih tenang dan terhindar dari trauma, tapi bukan berarti kamu harus mau kembali padanya.

Agen Poker Online

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *